Kamis, 09 Agustus 2012

Pentingnya Keseimbangan Religiusitas dan Intelektualitas Dalam Kehidupan Mahasiswa

Telah kita ketahui bersama bahwa zaman atau era seperti saat ini merupakan sebuah era yang digambarkan sebagai era yang sempurna. Hal ini karena pada zaman sekarang umat manusia dapat melakukan hal apa saja yang diinginkannya. Di era seperti saat ini kebutuhan manusia dalam segala aspek semakin tidak terkendali, sementara alat pemuas kebutuhan semakin lama semakin menipis karena manusia terus mengeksploitasi alat pemuas kebutuhan tersebut. Akan tetapi, manusia tak puas dengan hanya mengeksploitasi, namun mereka menciptakan sebuah penemuan yang bermanfaat untuk memudahkan kehidupan mereka. Namun, penemuan-penemuan baru itu tidak hanya berdampak positif, melainkan akan berdampak negatif pula apabila manusia yang memanfaatkan penemuan tersebut tidak arif dan bijak. Dalam hal ini, dibutuhkan keseimbangan antara intelektualitas dengan religiusitas.

Intelektualitas merupakan sebuah pemahaman tentang ilmu dan pengetahuan yang jika dimiliki oleh seseorang maka orang tersebut akan membawa dirinya ke arah yang lebih maju. Dan orang yang demikian disebut "orang intelek". Dan religiusitas sendiri berasal dari kata religi yang dalam bahasa Indonesia berarti agama. Sedangkan religiusitas merupakan sebuah pemahaman tentang keagamaan yang didalamnya terdapat ajaran mengenai hubungan manusia dengan tuhannya serta hubungan manusia dengan sesama manusia. Intelektualitas tidak dapat dipisahkan dengan religiusitas, begitu pula sebaliknya.

Mahasiswa merupakan saah satu contoh kaum intelek yang dimiliki oleh bangsa ini. Tidak diragukan lagi kepintaran mahasiswa dalam menanggapi persoalan yang akan dihadapi kedepannya saat mereka akan terjun ke masyarakat. Mahasiswa dianggap sebagai kaum yang nantinya akan menjadi orang "besar" oleh sebagian masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa mahasiswa mengetahui dan mengerti tentang pelik masalah yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri. Dan ternyata memang demikian.

Banyak mahasiswa yang telah menguasai ilmu pengetahuan dalam bidangnya, misal mahasiswa jurusan manajemen, mereka sangat paham betul tentang bagaimana cara mengatur perusahaan yang baik dan benar. Lalu mereka juga paham betul tentang bagaimana penyusunan anggaran yang tepat agar perusahaan yang mereka pimpin dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Akan tetapi, pada era seperti saat ini intelektualitas yang ditunjukkan mahasiswa tidak diimbangi dengan religiusitas. Para mahasiswa hanya memikirkan ilmu, ilmu dan ilmu. Mereka tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar ilmu yang mereka dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan bisa diridhai oleh tuhannya. Mereka hanya bisa menuntut ilmu akan tetapi tidak bisa atau tidak mengerti bagaimana cara menyalurkan ilmu mereka pada orang lain.

Disinlah dibutuhkan sikap religius seorang mahasiswa. Mereka tidak hanya menuntut ilmu setinggi mungkin melainkan juga ingat pada yang menciptakan mereka, yaitu Tuhan. Untuk dapat memanfaatkan ilmunya dengan baik, seorang mahasiswa wajib beribadah menurut keyakinannya masing-masing. Dengan ibadah, mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta bisa melaksanakan apa yang harus ia lakukan dan apa yang tidak semestinya dia lakukan. Dalam artian kecil dapat membedakan antara benar dan salah.

Namun apabila seorang mahasiswa yang intelek tidak mementingkan urusan religinya, maka sudah dapat dipastikan mereka hanya akan merusak moral bangsa ini. Contohnya, seorang mahasiswa ekonomi yang nantinya akan menjadi seorang ekonom handal, apabila tidak mempunyai religiusitas yang tinggi bisa saja ia menyalahgunakan kedudukannya dengan cara korupsi misalnya. Hal ini karena ia tak memiliki religiusitas yang tinggi sehingga tidak dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk. 

Keseimbangan antara religiusitas dan intelektualitas di kalangan mahasiswa sangat diharapkan oleh bangsa ini. Mahasiswa yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat diharapkan memiliki moral dan attitude yang baik agar bangsa ini terus maju kedepannya.

Mahasiswa merupakan asset bangsa ini. Dengan kreatifitas serta inovasinya, mahasiswa dapat berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat. Namun akan lebih baik lagi jika kreatifitas dan inovasi itu diimbangi dengan sifat religius sehingga tercipta hubungan yang baik antara manusia satu dengan manusia yang lain. Hal demikian sangat dibutuhkan dalam kehidupan mahasiswa.

3 komentar:

  1. boleh gak mas ini saya tulis buat tugas saya? :(

    BalasHapus
  2. gan nama penulisnya siapa ya? ane ijin mau re post

    BalasHapus
  3. ane sendiri yang tulis gan buat tugas ospek :D boleh lah kalo agan mau repost..tapi cantumin sumber yaa :)

    BalasHapus